Pages

Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Juli 2013

Penebalan Otot Jantung Sebabkan Kematian Mendadak

Salah satu penyakit jantung yang perlu diwaspadai adalah penebalan otot jantung. Penyakit yang disebabkan oleh faktor genetik ini bisa menyebabkan kematian mendadak.

"Biasanya korban beraktifitas fisik terlalu berat, misalnya olahragawan. Akibatnya otot menebal dan butuh aliran darah lebih banyak daripada biasanya," kata dr. Antono Sutandar SpJP, dari Siloam Heart Institut di Siloam Hospital Kebon Jeruk pada Jumat (19/7).

Antono menjelaskan, otot jantung yang menebal perlu lebih banyak aliran darah sehingga ini menimbulkan ketidakseimbangan. Permintaan otot tidak sama dengan jumlah darah yang bisa disuplai sehingga otot tidak bisa bekerja maksimal. Akibatnya terjadilah serangan jantung yang diikuti kematian sel.

Penyakit ini, menurut Antono, tidak kambuh bila penderita tidak beraktifitas fisik terlalu berat. "Kalau penderitanya santai saja, tidak ada masalah," katanya.

Penyakit ini juga tidak memiliki gejala spesifik. Karena itu, Antono menyarankan skrining untuk deteksi dini.

Skrining pertama adalah mengetahui riwayat penyakit dalan satu keluarga. Selanjutnya bila diketahui pernah menderita penebalan otot jantung, maka pasien menjalani tes EKG dan Cardiac MRI. Kedua tes ini untuk mengetahui bagaimana kondisi jantung, dan memperkirakan risiko kematian mendadak.
Kemudian pasien akan menjalani monitoring irama jantung. Irama yang tidak teratur menandakan kerja jantung yang kurang maksimal. Pasien juga menjalani tes olahraga untuk melihat tekanan darahnya.

Pada orang dengan otot jantung tidak menebal, olahraga menyebabkan tekanan darahnya naik perlahan. Sebaliknya pada orang dengan penebalan otot, tekanan darahnya cepat sekali naik lalu langsung turun. Tekanan darah yang berfluktuasi tajam ini berbahaya bagi kesehatan jantung.
Penebalan otot jantung wajib diwaspai. "Perhatian di Indonesia masih kurang. Padahal angka kejadiannya berkisar 1/500 sampai 1/1000," kata Antono.

Karena itu Antono menyarankan deteksi dini, terutama bila ada keluarga yang pernah mengalami penebalan oto jantung.

Selasa, 02 Juli 2013

Polusi Udara Bikin Kolesterol "Baik" Berubah "Jahat"

Paparan polusi bukan hanya buruk bagi kesehatan paru-paru. Sebuah studi baru menemukan menghirup asap polusi dari kendaraan dapat mengubah kolesterol "baik" (high density lipoprotein/HDL) berubah menjadi "jahat". Perubahan tersebut berkontribusi dalam penyumbatan arteri yang meningkatkan risiko penyakit jantung.

Tim peneliti yang terdiri dari ilmuwan asal University of California, Los Angeles (UCLA) dan institusi lain menemukan menghirup asap polusi dapat mengubah struktur HDL dalam tubuh. Selain itu, kegiatan tersebut juga mengaktifkan komponen oksidasi lain yang mengakibatkan kerusakan dini sel dan jaringan sehingga memicu inflamasi dan pengerasan arteri.

Studi yang dipublikasi dalam jurnal Arteriosclerosis, Thrombosis and Vascular Biology ini melakukan penelitian pada tikus. Grup tikus pertama terpapar asap kendaraan beberapa jam per hari, selama dua minggu. Selanjutnya tikus grup pertama ditempatkan selama seminggu pada kandang dengan udara yang sudah disaring.

Grup kedua dengan perlakukan yang sama, namun tidak ditempatkan pada kandang dengan udara yang disaring. Sedangkan grup ketiga hanya diberi paparan udara yang disaring selama dua minggu.

Hasilnya, tikus yang mendapat paparan asap kendaraan memiliki kerusakan oksidatif dalam darah dan hatinya. Bahkan kerusakan ini tidak dapat diperbaiki setelah diberi paparan udara bersih yang dilakukan pada grup pertama.

Penulis senior studi Dr. Jesus Araujo, profesor kedokteran sekaligus direktur kardiologi lingkungan di David Geffen School of Medicine UCLA mengatakan, studi ini menunjukkan polusi udara dapat meningkatkan disfungsi HDL dan mengaktifkan jalur oksidasi internal. Konsekuensinya, terjadi sumbatan pembuluh yang semakin buruk sehingga memicu penyakit jantung dan stroke.

Partikel emisi yang ditemukan dari asap kendaraan diselubungi bahan kimia yang sensitif terhadap radikal bebas. Partikel inilah yang diketahui menyebabkan oksidasi.

Penulis studi dan peneliti di divisi kardiologi di Geffen School of Medicine UCLA merekomendasikan orang untuk membatasi paparan polusi udara untuk mengurangi dampak negatifnya.

Senin, 01 Juli 2013

Ragi Beras Merah Bantu Turunkan Kolesterol

Banyak orang lebih menyukai bahan-bahan herbal untuk menjaga kesehatan tubuhnya. Termasuk untuk menurunkan kadar kolesterol. Salah satu bahan herbal yang telah terbukti efektif untuk menurunkan kadar kolesterol jahat adalah ragi beras merah.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Rumah Sakit Sahid Sahirman Jakarta, dr. Aulia Sani mengatakan, ragi beras merah berfungsi menghambat produksi kolesterol dalam organ hati dan mencegah penebalan plak dalam pembuluh darah dan terhindar dari penyumbatan pembuluh.

Kolesterol sebenarnya secara alami diproduksi dalam organ hati. Namun gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok dan kurang beraktivitas fisik dapat meningkatkan produksi kolesterol di hati. Faktor keturunan juga berpengaruh terhadap tingginya kadar kolesterol.

"Menghambat produksi kolesterol langsung pada organ  hati dapat menurunkan kadar kolesterol total secara cepat," tutur Aulia dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (18/6/2013) lalu.

Ragi beras merah diketahui mampu menurunkan kadar kolesterol di hati. Dilansir dari situs Drugs, ragi beras merah mengandung senyawa aktif lovastatin yang memiliki efek memperbaiki kadar lemak darah yang terlalu tinggi (hiperlipidemia) . Selain itu ada beberapa bukti juga yang menyebutkan bahwa senyawa tersebut memiliki efek antibakteri dan antikanker.

Ragi beras merah juga mengandung sterol seperti beta-sitosterol dan campesterol yang dapat menghalangi penyerapan kolesterol di usus. Selain itu isolasi asam lemak tidak jenuh seperti oleik, linoleik, dan asam linolenik, dan vitamin B kompleks seperti niasin dalam ragi beras merah juga dapat menjadi solusi dalam mengurangi kolesterol.

Uji klinis suplemen yang mengandung ekstrak ragi beras merah juga dilakukan di Indonesia oleh Aulia pada 40 pasien beberapa waktu lalu menunjukkan hasil yang positif.

"Dalam jangka waktu lima hari, rata-rata kadar LDL (kolesterol jahat) dapat turun hingga 18,87 mg/dL dan kadar trigliserida turun hingga 17,1 mg/dL," papar mantan Direktur Utama Pusat Jantung Harapan Kita ini.

Kadar kolesterol total dalam darah yang dianjurkan adalah kurang dari 200 mg/dL. Sedangkan untuk kadar LDL adalah kurang dari 100 mg/dL, dan trigliserida kurang dari 150 mg/dL. Sementara untuk kadar HDL (kolesterol baik) haruslah di atas 45 mg/dL.

Sabtu, 22 Juni 2013

Mahalnya Biaya Pengobatan Hepatitis Bikin Kantong Kempis



Sakit itu mahal. Untuk meringankan beban masyarakat, pemerintah pun berupaya membuat layanan kesehatan terjangkau bagi kalangan tak mampu. Misalnya saja untuk penyakit hepatitis yang cukup banyak diidap masyarakat Indonesia, biayanya bisa membuat bangkrut.

"Harga terapinya sangat mengejutkan. Misalnya untuk harga obat hepatitis C saja, bisa mencapai 2,5 juta per minggu. Ini sudah termasuk 1 kali suntik dan kapsul yang diminum tiap hari," kata Dr.dr. Rino Alvani, SpPD,KGEH, FINASIM, Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia.

Dalam acara temu media bertema 'Waspadai Hepatitis: Kenali, Cegah, Obati' yang diselenggarakan di Hotel Gran Melia, Jl. HR Rasuna Said Kav X-0 kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (20/6/2013), dr Rino menjelaskan bahwa serupa dengan pengobatan hepatitis C, biaya obat hepatitis B juga tak jauh berbeda.

Harga ini masih belum seberapa jika hati yang terserang hepatitis dibiarkan begitu saja lalu berkembang menjadi sirosis, yaitu mencapai Rp 850 juta. Jika sampai mengalami kegagalan hati dan terpaksa menjalani transplantasi hati, biayanya bisa membengkak sampai Rp 2 miliar.

Untuk menjalani pemeriksaan hati, dokter biasanya menggunakan 2 cara, yaitu cara yang lama dan baru. Cara yang lama menggunakan biopsi, yaitu dokter menusuk samping kanan perut pasien lalu mengambil sampel jaringan hati untuk diperiksa. Biayanya bisa mencapai sekitar Rp 600 ribu.

Cara kedua yang lebih modern bisa menggunakan alat yang disebut FibroScan. Alat ini menggunakan gelombang untuk mendeteksi tingkat kekerasan hati. Semakin keras hatinya, artinya penyakit sirosis hati yang dialami semakin parah. Biaya yang dibutuhkan untuk menjalani pemeriksaan ini sedikit lebih mahal, yaitu sekitar Rp 850 ribu.

"Berbeda dengan biopsi yang invasif, FibroScan tidak invasif dan hanya perlu waktu beberapa menit saja hasilnya langsung kelihatan. Sedangkan biopsi perlu waktu 2 minggu dan tak boleh dilakukan sering-sering, paling cepat 3 bulan sekali kalau benar-benar perlu. FibroScan bisa dilakukan setiap saat," jelas dr Rino.

Sayangnya, berbeda dengan penyakit HIV dan thalassemia yang juga berbiaya mahal, pengobatan hepatitis tidak gratis. Untungnya pada pemilik ASKES, biaya pengobatan hepatitis dapat ditanggung, jadi bisa amat meringankan. Sedangkan bagi mereka yang tak memiliki asuransi, tentunya akan terasa amat memberatkan.

Oleh karena itu, untuk mencegah penularan hepatitis, pemberian vaksinasi mutlak diperlukan. Vaksinasi sebaiknya dilakukan saat bayi dan bisa berlaku seumur hidup. Sayangnya, vaksinasi yang ada baru ditujukan untuk hepatitis B yang memang paling banyak di Indonesia sekaligus paling berbahaya. Sedangkan untuk hepatitis C belum ditemukan sampai sekarang.

Jumat, 21 Juni 2013

15 Resep Alami Peluruh Kolesterol

Banyak  tanaman yang secara turun temurun terbukti dapat menurunkan kadar kolesterol maupun trigliserida darah. Karena murah dan mudah didapat, tanaman ini banyak direkomendasikan.

Mengonsumsi tanaman obat, baik daun, biji, akar, maupun buahnya, tidak berarti makan tanaman itu sebanyak-banyaknya. Konsumsilah ramuan tersebut dengan komposisi dan dosis tertentu. Karenanya, cara membuat ramuan, komposisi, dosis, dan waktu pemakaian harus dipelajari dengan baik lagi benar.

Berikut beberapa resep peluruh kolesterol dan trigliserida yang diperoleh dari berbagai sumber :
1. AlpukatAlpukat mengandung asam folat, asam pantotenat, niasin, vitamin B1, vitamin B6, vitamin C, vitamin E, fosfor, zat besi, kalium, magnesium, dan glutation, juga kaya akan serat dan asam lemak tak jenuh tunggal. Kandungan ini yang mampu menurunkan kadar trigliserida dan kolesterol darah.
Bahan:  1 buah alpukat matang
Cara Pemakaian: Buah alpukat dimakan mentah. Lakukan setiap hari.

2. Kubis                Kubis (brassica oleracea var. capitate) yang juga disebut kol, mengandung air, protein, lemak, karbohidrat, serat, kalsium, fosfor, tinamide, dan betakaroten. Kubis juga mengandung senyawa sianohidroksibutena (CHB), sulforafan, dan iberin yang merangsang pembentukan glutation.
Bahan: 1 buah kubis segar
Cara Pemakaian: Cuci kubis hingga bersih, lalu bilas dengan air matang. Potong-potong seperlunya, lalu dijus. Air sari kubis diminum sekaligus, lakukan setiap hari.

3. Belimbing manis    Apa rahasia buah ini sehingga bisa mengusir kolesterol? Ternyata seratnya yang tinggi mampu mencegah penyerapan lemak hingga dapat menurunkan kadar kolesterol dan mencegah tekanan darah tinggi. Serat yang tinggi juga memperlancar pencernaan. Sementara kandungan vitamin C-nya yang tinggi baik untuk antikanker.
Bahan: 2 buah belimbing manis ukuran besar
Cara Pemakaian: Buah belimbing dimakan setelah makan pagi dan malam, masing-masing 1 buah.

4. Akar manis            Tanaman yang memiliki nama asing licorice ini mengandung sejumlah zat seperti triterpenoid, flavanoid, asam ferulic, asam sinapic, biotin, asam amino dan beta-sitoserol.  Yang perlu diperhatikan, jangan menggunakan akan manis dalam dosis besar jangka panjang. Ada laporan bahwa pemakaian akan manis dengan dosis 30-40 gram per hari selama 9 bulan menyebabkan kelemahan oto, hipertensi, edema dan kekurangan kalium.
Bahan: 10 gram akar manis
Cara Pemakaian: Akar manis direbus dengan 3 gelas air bersih hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin, airnya disaring, lalu dibagi menjadi 2 kali minum, pagi dan malam hari.

5. Kacang TanahBahan: 1 genggam daun kacang tanah
Cara Pemakaian: Daun dicuci bersih, lalu diiris halus. Masukkan irisan daun ke dalam gelas, lalu diseduh dengan secangkir air panas. Biarkan selama 40 menit, lalu disaring. Minum airnya selagi hangat dan sewaktu perut kosong.

6. TempeBahan: 100 gram tempe
Cara Pemakaian: Tempe dipotong-potong sesuai selera, lalu direbus, dikukus, atau dibacem. Tempe dijadikan lauk dan dimakan bersama nasi.

7. Angkak
Sering disebut beras merah Cina, tanakan adalah sejenis cendawan berwarna merah, bernama Latin Monascus purpureus. Angkak bisa digunakan untuk membuat arak merah yang terbuat dari beras, sebagai bahan pengawet makanan, dan untuk obat. Berdasarkan penelitian, angkak mampu menurunkan kadar kolesterol darah.
Bahan: 1 sendok teh angkak
Cara Pemakaian: Angkak ditumbuk halus, dimasukkan ke dalam cangkir, lalu diseduh dengan secangkir air panas. Minum airnya selagi hangat. Lakukan setiap hari.

8. Labu siam
Bahan: 1 buah labu siam ukuran sedang
Cara Pemakaian: Buah labu dikupas, potong kecil-kecil dan dijus atau diparut, peras airnya dan saring. Kumpulan airnya diminum sekaligus.

9.    SambilotoBahan: 20 gram herbal sambiloto kering
Cara Pemakaian: Direbus dengan 3 gelas hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin, air disaring, lalu diminum sekaligus. Lakukan setiap hari.

10. Jamur kuping putihBahan: 10 gram jamur kuping putih kering
Cara Pemakaian:Jamur putih dipotong-potong secukupnya, lalu direbus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Tambahkan sedikit pemanis buatan. Setelah dingin, airnya diminum dan jamurnya boleh dimakan.

11.    Bawang merahBawang merah (Cepae bulbus), mengandung senyawa flavonoid yang bekerja sebagai antioksidan dan menurunkan kadar kolesterol, trigliserida, dan gula darah. Bahan: 20 gram bawang merah segar
Cara Pemakaian: Bawang merah diiris tipis-tipis, dimakan bersama nasi. Lakukan 3 kali sehari dengan ukuran yang sama.

12.    Bawang putihBawang putih (Allii bulbus), bahan aktifnya s-allyl cysteine, suatu komponen thioallyl yang mempunyai khasiat hipolipidemik dan antitrombotik. Studi di Munich University, Jerman, menemukan bahwa menambahkan bawang putih ke dalam diet akan menurunkan kolesterol jahat sekitar 10 persen dalam empat bulan. Mengonsumsi bawang putih segar sering jadi masalah bagi banyak orang karena rasa yang tidak enak dan aromanya menyengat.
Bahan: 1-2 siung bawang putih
Cara Pemakaian: Bawang putih diiris tipis-tipis atau dipipiskan dan dibuat bulatan kecil, lalu ditelan. Lakukan 2 kali sehari. Namun ada cara lain supaya lebih mudah masuk ke tubuh kita. Bawang putih bisa dikreasikan dengan buah-buahan yang enak, menjadi jus kaya manfaat.

13. KunyitDengan nama latin Curcumae domesticae rhizoma, tumbuhan ini juga berkhasiat melancarkan darah dan energi vital, menghilangkan sumbatan, sebagai peluruh kentut dan haid, mempermudah persalinan, antibakteri, antiinflamasi, serta memperlancar pengeluaran empedu ke usus.
Bahan: 10 gram rimpang kunyit segar
Cara Pemakaian: Rimpang kunyit dibersihkan, lalu diiris tipis-tipis. Rebus dalam air 2 gelas hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin, air disaring dan diminum sekaligus. Lakukan hal ini 3 kali sehari, selama 12 minggu.

14. TemulawakTanaman bernama latin Curcumae rhizoma ini mempunyai aktivitas kolagoga (memperlancar pengeluaran empedu ke usus).
Bahan: 3 jari rimpang temulawak segar
Cara Pemakaian : Rimpang temulawak dikupas kulitnya, lalu diparut. Tambahkan 1/2 cangkir air panas dan biarkan mengendap. Setelah dingin, endapannya dibuang dan airnya diminum. Lakukan setiap hari.

15. Seledri
Seledri (Apii graveolentis radix), akarnya mengandung asparagin, pentosan, glutamin, tirosin, manit, zat pati, lendir, dan minyak atsiri. Khasiatnya memacu enzim pencernaan dan peluruh kencing.
Bahan: 30 gram akar seledri segar
Cara Pemakaian: Akar seledri dicuci bersih, lalu direbus dengan 2 gelas air bersih hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin, air disaring lalu minum sekaligus.

Virus Hepatitis Cemari 0,98 Persen Kantung Darah di Indonesia

Penyakit kerusakan hati akibat hepatitis bisa menular akibat infeksi virus. Ada berbagai macam jenis virus yang bisa menyebabkan hepatitis, kesemuanya bisa menyebar lewat kontak darah. Sayangnya, virus ini juga mencemari penyimpanan darah di Indonesia.

"Dari penelitian ditemukan sekitar 0,98 persen penyimpanan darah kita tercemar virus hepatitis. Angka ini cukup banyak. Jika kita mentransfusikan 200.000 kantong darah, maka ada sekitar 2.000 yang bisa menularkan," kata Dr.dr. Rino Alvani, SpPD,KGEH, FINASIM, Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia.

Dalam acara temu media bertema 'Waspadai Hepatitis: Kenali, Cegah, Obati' yang diselenggarakan di Hotel Gran Melia, Jl. HR Rasuna Said Kav X-0 kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (20/6/2013), dr Rino menjelaskan bahwa temuan ini diperoleh dari penelitian PMI tahun 2012 lalu.

Untuk mendeteksi adanya virus hepatitis dalam darah, diperlukan tes khusus yang disebut nucleic acid test. Tes ini terhitung mahal dan tampaknya tidak semua cabang PMI atau layanan kesehatan lain bisa melakukannya. Menurut dr Rino, hal tersebut dapat dimaklumi karena sebagai organisasi, PMI harus mencari dana sendiri, tidak didanai oleh pemerintah.

"Kita tidak tahu berapa banyak yang tertular hepatitis dari transfusi, karena penelitiannya tidak ada. Nanti mungkin bisa dilihat pada hasil Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) yang akan keluar tahun ini, kira-kira jumlah kasusnya naik tidak," kata dr Roni.

Di Indonesia, kasus hepatitis yang paling banyak menyerang adalah hepatitis B, yaitu sebanyak 66 persen, disusul dengan hepatitis C sebanyak 26 persen, lalu hepatitis D dengan 7 persen dan paling sedikit adalah hepatitis A dengan 0,8 persen. Sayangnya, yang paling berbahaya adalah hepatitis B dan C.

Berbeda dengan hepatitis A yang tergolong penyakit yang relatif ringan, hepatitis B dan C dapat berlanjut pada kerusakan hati parah hingga memicu kanker hati. Kedua jenis hepatitis ini juga seringkali tidak menimbulkan gejala, kecuali jika hati sudah kelewat rusak parah.

Probiotik, Bakteri Baik Penurun Kolesterol

Probiotik atau bakteri baik sering ditemukan dalam yogurt. Bakteri baik ini menjadi terkenal karena kebaikannya pada kesehatan manusia, salah satunya menurunkan tingkat kolesterol jahat alias LDL.

Peneliti dari Kanada, Mitchell Jones, menemukan bahwa konsumsi probiotik dua kali sehari efektif menurunkan kadar LDL ataupun kolesterol total.

Jones meneliti apakah probiotik juga bisa menerunkan kadar kolesterol ester, molekul kolesterol yang menempel pada asam lemak. Kolesterol ester bersama dengan LDL merupakan faktor risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.

Penelitian melibatkan 127 orang dewasa yang memiliki kadar kolesterol tinggi. Separuh responden diberikan L.reuteri NCIMB 30242, formula bakteri lactobasilus dua kali sehari, sementara sisanya diberikan kapsul plasebo.

Hasilnya setelah 9 minggu mereka yang mendapatkan probiotik kadar LDL-nya turun 11,6 persen dibandingkan dengan yang mendapat plasebo. Kolesterol ester juga turun sampai 6,3 persen dan kolesterol ester asam lemak jenuh turun 8,8 persen.

Selain itu, orang yang rajin makan probiotik itu juga mengalami penurunan kolesterol total sampai 9,1 persen. Sementara itu kadar kolesterol baik dan trigliseridanya tidak berubah.

Para ilmuwan menjelaskan bahwa lactobasilus atau jenis bakteri baik menurunkan kolesterol dengan berbagai cara, salah satunya memecah bagian molekul yang disebut dengan asam empedu. Laktobasilus reuteri NCIMB 30242 sudah difermentasi dan diformulasi untuk meningkatkan efeknya pada kolesterol dan asam empedu.

Berdasarkan korelasi antara penurunan LDL dan pengukuran empedu di usus, penelitian menyimpulkan bahwa probiotik memecah asam empedu sehingga terjadi penurunan penyerapan kolesterol di usus dan penurunan LDL.

Untuk menurunkan kolesterol, dibutuhkan 200 miligram probiotik setiap hari, jauh lebih sedikit dibandingkan dengan serat larut.

Kurus Tak Berarti Aman dari Risiko Sakit Jantung

Memiliki tubuh yang kurus tidak serta merta membuat seseorang memiliki kadar kolesterol yang rendah da berisiko lebih kecil mengidap penyakit pembuluh darah dan jantung (kardiovaskular). Seseorang yang bertubuh kurus, apabila memiliki riwayat kadar kolesterol tinggi dalam keluarga, tetap memiliki risiko lebih besar mengalami penyakit jantung.

Seperti diungkapkan spesialis penyakit dalam dari Brawijaya Clinic Jakarta dr. Dedy Sudrajat Sp.PD, Kamis (6/12/2012), kadar kolesterol dalam darah selain dari asupan makanan juga dapat dipengaruhi oleh faktor genetika.

"Kolesterol juga diproduksi sendiri oleh tubuh dalam organ hati, yaitu sebanyak 80 persennya. Sehingga kadar kolesterol tidak bisa diindikatori dari berat badan. Apabila orang kurus, namun memiliki risiko kolesterol dari keturunannya, bisa saja kadarnya lebih tinggi dari orang gemuk," ungkap Dedy.

Deddy menekankan, tingginya kadar kolesterol perlu diwaspadai karena menjadi salah satu faktor risiko Penyakit Jantung Koroner (PJK) yang merupakan penyakit penyebab kematian nomor satu di seluruh dunia. Selain itu, kolesterol juga dapat dikorelasikan pada penyakit kardiovaskular lain.

Kolesterol, papar Dedy, sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh karena memiliki fungsi penting, diantaranya menyusun struktur membran sel, sebagai pelindung kulit dari racun dan kekeringan kulit, prekursor hormon steroid, prekursor asam empedu, dan pembentukan vitamin D (bersama sinar UV). Namun apabila jumlahnya tidak sesuai maka akan menyebabkan gangguan-gangguan kesehatan.

Dedy juga mengatakan penurunan kolesterol 10 persen saja sudah dapat menurunkan 50 persen resiko penyait jantung. Oleh karenanya, sangat penting untuk menurunkan kadar kolesterol apabila sudah melebihi batas normal. Batas normal kolesterol total adalah di bawah 200 mg/dL, dengan trigiserida kurang dari 150 mg/dL, HDL (kolesterol baik) adalah di atas 60 mg/dL, sedangkan LDL  (kolesterol jahat) adalah kurang dari 130 mg/dL.

Tes kadar kolesterol teratur sangat disarankan oleh Dedy. "Mulai usia 20 tahun sebaiknya dilakukan pemeriksaan. Namun apabila memiliki keturunan kolesterol dapat dilakukan lebih awal, bahkan dari usia kanak-kanak," ujarnya

Strategi memperbaiki kadar kolesterol menurut Dedy sebenarnya mudah. Antara lain dengan mengatur pola makan, memperbanyak aktivitas fisik, berhenti merokok, mengurangi stres, mengontrol berat badan, mengubah gaya hidup, dan nutritional genomics. Strategi ini juga dapat diterapkan apabila kadar jenis kolesterol tertentu tidak sesuai. Dengan hanya senantiasa menjalani gaya hidup sehat, kadar kolesterol dapat terus dijaga tetap normal.

8 Makanan Tak Terduga Tinggi Kolesterol

Kolesterol tinggi dalam darah merupakan salah satu faktor risiko dari penyakit jantung. Namun, kolesterol tinggi tidak terbentuk dalam semalam, tetapi perlahan-lahan. Salah satunya akibat pola makan yang salah.

Meskipun Anda tidak memiliki tanda-tanda, gejala, ataupun riwayat keluarga dengan penyakit jantung, tetapi wajib hukumnya untuk menjaga diet sehat agar tetap memiliki kesehatan yang prima.

Mungkin Anda sudah menghindari makanan-makanan berlemak yang diketahui sebagai sumber kolesterol. Namun, ada juga makanan yang tak terduga mengandung kolesterol tinggi seperti berikut:

1. Daging unggas
Daging unggas memang dianggap lebih minim risiko dibanding daging merah karena memiliki kandungan lemak yang cenderung lebih rendah. Namun, jika dimakan dalam jumlah yang banyak atau terlalu sering, daging unggas juga akan memberikan efek negatif, salah satunya adalah peningkatan kadar kolesterol dalam darah.

2. Gula tambahan
Satu fakta yang cukup mengejutkan adalah gula tambahan ternyata berhubungan dengan penurunan kadar kolesterol "baik" atau high density lipoprotein (HDL) dalam darah. Jadi, pengurangan gula tambahan dalam diet, selain mengurangi risiko diabetes juga memperbaiki kadar kolesterol.

3. Kentang tumbuk
Kentang tumbuk atau mashed potato ternyata memiliki kandungan lemak yang tinggi. Terutama yang ditemukan di restoran karena mengandung mentega, krim, susu, keju yang berlebihan. Hal tesebut membuat salah satu sumber karbohidrat ini menjadi makanan tinggi lemak jenuh.

4. Pizza
Satu potong pizza mengandung 10 gram lemak dan 4,4 gram lemak jenuh. Angka itu belum termasuk topping yang mungkin mengandung lebih banyak lemak.

5. Kelapa
Produk kelapa seperti santan ataupun minyak kelapa mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi. Namun, penggunaannya dalam skala sedang tidak terlalu berakibat buruk terhadap kadar kolesterol darah.

6. Produk susu
Produk susu memang mengandung banyak nutrisi yang penting seperti kalsium, protein, vitamin, dan mineral, tetapi juga mengandung lemak jenuh. Maka sebaiknya pilihlah produk yang rendah lemak.

7. Pai dan kue
Pai dan kue berbahan baku mentega, krim, susu, dan keju yang mengandung lemak jenuh. Maka satu gigitan pai dan kue sudah memberikan sumbangan kalori yang tinggi bagi tubuh.

8. Popcorn
Satu wadah popcorn ukuran sedang mengandung 60 gram lemak jenuh dan 1.200 kalori. Hal ini dikarenakan pengolahan popcorn membutuhkan minyak yang berpengaruh terhadap kadar kolesterol.

Kamis, 20 Juni 2013

Mendengkur dan Risiko Kanker Otak

Pasien mendengkur yang menderita sleep apnea ternyata mempunya risiko 1,47 kali lebih tinggi untuk menderita kanker otak, dibanding yang tidak. Penelitian yang dilakukan oleh dokter Huang Chun Hao dari Taiwan ini memantau 112.555 penderita sleep apnea, dan 112.555 orang lainnya yang sehat.

Penelitian ini melihat rekam medis penderita sejak tahun 2000. Beberapa pasien diikuti selama lebih dari 10 tahun. Hasilnya, kejadian tumor ganas otak di antara penderita sleep apnea setiap tahunnya adalah 2,96 setiap 10.000 orang.

Sleep apnea

Orang yang sedang ngorok memang tampak nyenyak dan nyaman, tapi tahukah Anda bahwa tidur mendengkur mengandung bahaya besar? Ya, bahaya tersebut bernama sleep apnea, yang artinya henti nafas saat tidur. Penderita sleep apnea, mengalami penyempitan saluran nafas saat tidur hingga udara tak ada yang bisa lewat. Walau gerakan nafas tetap ada, penderita sleep apnea seolah tercekik tak bisa bernafas.

Sebentar ia akan tersedak dan mengambil nafas. Sayangnya semua ini terjadi saat tidur, hingga penderita sleep apnea tak menyadari apa yang terjadi pada dirinya. Padahal, kadar oksigen dalam tubuh berulang kali turun naik.

Penelitian lain

Kadar oksigen normal manusia saat tidur adalah 90%-100%. Penderita sleep apnea bisa turun jauh di bawah itu. Penelitian di Spanyol tahun lalu menemukan bahwa mereka yang mengalami penurunan kadar oksigen hingga di bawah normal saat tidur, mempunyai risiko terkena kanker hingga 68%. Penelitian yang diterbitkan pada the American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine itu menyebutkan bahwa penderita sleep apnea memiliki risiko 4,8 kali lebih besar untuk meninggal karena kanker.

Beberapa penelitian di AS menyebutkan angka penderita sleep apnea sejumlah 3% sampai 20% dari penduduk. Sementara yang benar-benar terdiagnosa baik dan dirawat hanya 20% nya saja. 80% sisanya tidak mendapat perawatan apa-apa. Artinya sekian banyak penderita sleep apnea tetap menanggung risiko kesehatan yang tidak ringan.

Di Indonesia belum ada penelitian berskala besar tentang sleep apnea. Tetapi melihat penelitian-penelitian di negara-negara lain, diduga jumlahnya tak jauh berbeda. Lihat saja di sekeliling kita, rekan atau kerabat, pasti ada yang mendengkur.

Bagi seorang dokter ahli kesehatan tidur, sleep apnea bukanlah gangguan tidur yang sepele. Sleep apnea telah diketahui berakibat langsung pada hipertensi, kesehatan jantung dan pembuluh darah, serta mengakibatkan penyakit diabetes, stroke dan impotensi. Belum lagi akibatnya pada kualitas hidup yang disebabkan oleh hipersomnia atau kantuk berlebihan. Jika ada kerabat atau sahabat yang mendengkur, peringatkan. Anda menyelamatkan nyawanya.

Makanan Bukan Penyumbang Terbesar Kolesterol

Makanan berlemak sering diartikan sebagai penyumbang utama kolesterol, terutama kolesterol "jahat" atau low density lipoprotein(LDL) di dalam darah. Namun sebenarnya makanan hanya menyumbang sekitar 20 persen dari total kadar kolesterol dalam darah.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Rumah Sakit Sahid Sahirman dr. Aulia Sani mengungkapkan, penyumbang terbesar kolesterol di dalam darah sejatinya adalah organ hati, yaitu sebanyak 80 persen.
Dengan kata lain, sebagian besar kolesterol dihasilkan dari dalam tubuh. Hanya saja, imbuh Aulia, kemampuan untuk menentukan banyak atau sedikitnya produksi kolesterol tergantung dari masing-masing individu.
"Biasanya tergantung faktor keturunan dan gaya hidup," papar mantan Direktur Utama Pusat Jantung Harapan Kita dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (18/6/2013).
Faktor keturunan untuk produksi kolesterol tinggi dalam tubuh terjadi pada artis dan presenter Erwin Parengkuan yang ikut hadir dalam konferensi pers tersebut. Ia mengaku sangat pemilih dalam soal makanan. Ia selalu menghindari makanan tinggi lemak, berpengawet, ataupun berwarna kimia.
Namun ia terkejut kadar kolesterol total dalam darahnya ternyata cukup tinggi, yaitu 206 mg/dL. Diketahui kadar kolesterol total seharusnya kurang dari 200 mg/dL.
"Saya periksakan ke dokter, dan dikatakan kolesterol saya tinggi akibat faktor keturunan. Poinnya, makan sehat yang selama ini saya jalankan ternyata belum cukup untuk menjaga kadar kolesterol saya tetap normal," tuturnya.
Ia pun disarankan untuk menjalankan olahraga teratur, minimal tiga kali seminggu dengan waktu minimal 30 menit. Olahraga yang disarankan berupa berjalan kaki yang memiliki gerakan yang stabil. Selain itu, Erwin juga disarankan mengonsumsi obat penurun kolesterol.
Kolesterol merupakan senyawa lemak kompleks atau lipid yang bentuknya serupa serpihan lilin yang berwarna putih kekuningan. Kolesterol sebenarnya diperlukan oleh tubuh untuk membantu membran sel, membentuk asam empedu yang mencerna makanan di usus, membentuk vitamin D dan hormon-hormon seperti estrogen pada wanita dan testosteron pada pria.
Kendati demikian, kolesterol juga ada yang bersifat "jahat", yaitu LDL. Kolesterol ini membawa lemak dari hati ke jaringan sehingga dapat memicu penumpukan lemak di jaringan. LDL yang tinggi di dalam darah diketahui merupakan salah satu faktor risiko dari penyakit kardiovaskular.
"Maka gaya hidup seperti tidak merokok dan olahraga teratur sangat berpengaruh terhadap kadar kolesterol total dalam tubuh," pungkas Aulia.

"Ngorok Berat" Bisa Terancam Stroke

Mendengkur telah lama dikaitkan dengan banyak penyakit jantung, pembuluh darah, dan stroke. Kini, sekelompok peneliti dari Korea mencoba melihat hubungan antara ngorok, sleep apnea, dengan risiko stroke dan demensia lewat pengamatan pada perubahan substansia alba otak.

Suara dengkuran selama ini dianggap sebagai suara yang mengganggu. Namun, kenyataannya, ngorok bisa menjadi suatu tanda yang membahayakan. Bahaya tersebut adalah sebuah penyakit tidur bernama sleep apnea.

Sleep apnea artinya henti napas saat tidur yang mempunyai dua gejala utama, yaitu mendengkur dan kantuk berlebihan di siang hari. Pada saat tidur, penderitanya mengalami penyempitan saluran napas hingga mengganggu aliran udara. Bahkan, walau gerak napas tetap ada, aliran udara terputus seolah tercekik dalam tidur. Akibat sesak, penderita akan terbangun singkat untuk bernapas. Namun, ia tak akan sadar jika sepanjang malam terbangun-bangun dari tidur.

Kadar oksigen pada tubuh akan turun dan naik selama tidur. Aktivitas simpatis juga meningkatkan kekentalan darah dan merusak dinding pembuluh darah. Kedua mekanisme ini yang diduga mengakibatkan perubahan pada struktur substansia alba di otak.

Penelitian

Penelitian yang diterbitkan pada jurnal kedokteran tidur SLEEP ini ingin melihat hubungan derajat keparahan mendengkur dengan perubahan pada struktur white matter/substansia alba otak. Perubahan pada substansia alba dikaitkan dengan berkembangnya stroke dan demensia.

Sebanyak 503 orang peserta diperiksa di laboratorium tidur untuk mengetahui derajat keparahan dengkuran/sleep apnea-nya. Para peserta, dengan berbagai derajat keparahan sleep apnea ini, diperiksa struktur otaknya dengan menggunakan magnetic resonance imaging (MRI).

Keparahan sleep apnea dilihat dari indeks henti napas per jam apnea hypopnea index (AHI). AHI kurang dari lima dinyatakan normal, tak menderita sleep apnea. AHI 5-15 kali per jam merupakan sleep apnea ringan. AHI 16-30 sleep apnea sedang dan AHI lebih dari 30 kali per jam adalah sleep apnea yang berat.

Hasilnya, pendengkur dengan sleep apnea sedang dan berat mempunyai risiko dua kali lipat untuk alami perubahan pada substansia alba-nya. Artinya, pendengkur, jika menderita sleep apnea sedang-berat, punya risiko dua kali lipat untuk menderita stroke atau demensia.

"Sleep apnea" dan stroke

Penelitian ini sejalan dengan peneliti sebelumnya di tahun 2005 pada American Journal of Hypertension yang juga mengaitkan sleep apnea dengan stroke. Namun, kelompok peneliti ini lebih melihat efek penurunan kadar oksigen pada sleep apnea dengan angka kejadian stroke. Dua kelompok peneliti berbeda di Jepang juga melakukan penelitian yang sama. Keduanya menemukan tingginya angka penderita gangguan pembuluh darah otak dengan derajat keparahan sleep apnea.

Perawatan "sleep apnea"

Ngorok sudah tak dapat diabaikan lagi. Namun, jangan salah dimengerti. Keparahan sleep apnea dilihat dari derajat henti napasnya, bukan dari volume suara dengkuran. Berbagai penelitian semuanya melihat dari henti napas yang dialami pendengkur, tidak pada volume suara atau seberapa mengganggunya suara dengkuran tersebut.

Untuk mengetahui seorang pendengkur menderita sleep apnea atau tidak, diperlukan pemeriksaan saksama di laboratorium tidur.

Perawatan nantinya ditentukan dari hasil pemeriksaan tidur. Sementara ini, yang paling banyak digunakan adalah perawatan dengan gunakan continuous positive airway pressure (CPAP). Sebuah alat yang meniupkan tekanan positif ke hidung pasien untuk menjaga agar saluran napas tetap membuka saat tidur.

Perawatan sleep apnea ditujukan untuk mengatasi henti napas agar kesehatan dan kualitas hidup tetap terjaga serta menghindari cedera lebih lanjut pada otak. Tentu saja suara dengkuran pun akan hilang nantinya.

6 Kiat Memperbaiki Kadar Kolesterol


Kolesterol merupakan faktor risiko utama penyakit jantung koroner. Menurut para Ahli, tidak ada yang lebih menentukan risiko seseorang akan mengalami serangan jantung daripada kolesterol. Kolesterol yang berlimpah dalam dalam aliran darah Anda cendrung diendapkan dalam dinding pembuluh darah koroner.
Bersama dengan jaringan fibrous membentuk plak endapan yang mengakibatkan penebalan, penyempitan dinding pembuluh darah dan meningkatkan risiko kemungkinan serangan jantung. Walaupun demikian, tidak berarti bahwa kolesterol adalah segalanya untuk penyakit jantung. Dalam jumlah tertentu tubuh memerlukannya untuk menjagah tubuh tetap sehat. Hanya bila jumlahnya yang berlebihan, kondisi yang dikenal dengan hiperkolesterolemia, akan timbul masalah. Penurunan kolesterol 1 persen saja dapat mengurangi resiko serangan jantung 2 sampai 3 persen
Beberapa tips di bawah ini diharapkan dapat memperbaiki kadar kolesterol Anda :
1. Batasi  lemak jenuh
Lemak jenuh, biasanya mengacu pada lemak yang berasal dari hewan, terutama didapatkan pada kulit unggas, produk susu, daging merah dari sapi, domba, dan babi. Sebaiknya konsumsi ini dibatasi, karena dapat memacu produksi kolesterol dan meningkatkan total kolesterol dan kolesterol jahat (LDL). Dengan memilih  diet yang mengandung rendah kolesterol jenuh ini, Anda sebenarnya sudah mengambil salah satu langkah yang bijak untuk memperbaiki kadar kolesterol Anda. Pada diet mediteranian, konsumsi daging merah ini hanya dianjurkan satu kali dalam satu bulan. Ternyata diet ini dapat menurunkan angka kematian akibat penyakit kardiovaskuler yang bermakna.
2. Hindari lemak trans (trans fat)
Tran sfat, kemungkinan mempunyai akibat yang lebih berbahaya daripada lemak jenuh karena dapat meningkatkan kadar kolesterol buruk (LDL)  dan menurunkan kolesterol baik (HDL). Studi juga menunjukkan bahwa trans fat juga dapat meningkatkan risko keganasan.  Karena itu kurangilah makanan yang banyak mengandung trans fat sperti makanan yang diolah melalui penggorengan.
3. Pertahankan berat badan normal
Pada kebanyakan orang, kadar kolesterol juga menjadi baik seiring dengan menurunnya berat badan. Ini tidak hanya disebabkan kehilangan berat badan, tetapi juga akibat diet yang lebih sehat, dan olahraga yang dilakukan. Dengan kata lain, perubahan gaya hidup yang diperlukan untuk mempertahankan berat badan normal atau menurunkan berat badan juga membantu memperbaiki kadar kolesterol. Mengurangi berat badan 5-10 persen dapat menurunkan kadar kolesterol yang bermakna
4. Olahraga
Olahraga yang cukup dan berkelanjutan, paling tidak 30-40 menit setiap hari, lima kali dalam seminggu, seperti jalan, jogging, bersepeda, berenang adalah pilihan yang sangat baik untuk memperoleh kadar kolesterol yang normal. Apakah Anda gemuk atau tidak, olahraga dapat menurunkan kadar kolesterol Anda. Olahraga moderat yang Anda lakukan secara teratur  dapat meningkatkan kolesterol baik (HDL) dan menurunkan kolesetrol buruk (LDL)
5. Berhenti Merokok
Di samping sebagai faktor risiko penting untuk penyakit jantung, dan keganasan, rokok juga dapat mengakibatkan penurunan kadar kolesterol HDL. Jika Anda perokok, berhenti merokok saja dapat menaikan kolesterol baik (HDL)  hingga 10 persen. Tidak hanya itu, 20 menit setelah Anda berhenti merokok, tekanan darah Anda akan turun. Dalam waktu 24 jam, resiko Anda mengalami serangan jantung akan menurun, dan setelah 1 tahun risikonya hanya tinggal setengahnya dibandingkan perokok.  Dan, dalam 15 tahun sama dengan mereka yang tidak pernah merokok.
6. Kunjungi dokter Anda secara teratur
Bila gaya hidup yang Anda lakukan ternyata belum membantu menurunkan kadar kolesterol Anda, atau Anda mempunyai riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi atau sakit jantung, Anda mungkin perlu bantuan dokter.  Dokter Anda akan membantu, pilihan obat yang tepat untuk Anda.

Ngorok = Risiko Serangan Jantung


Sebuah penelitian yang baru saja diterbitkan pada the Journal of the American College of Cardiology menyebutkan bahwa mendengkur dengan obstructive sleep apnea (OSA) tingkat sedang saja, sudah meningkatkan risiko seseorang alami sindroma kematian mendadak akibat serangan jantung. Ya, suara ngorok yang dianggap ‘hanya’ gangguan suara, bisa berakibat fatal!

Sleep Apnea
Mendengkur yang disertai dengan kantuk berlebih di siang hari merupakan gejala utama dari sleep apnea atau henti nafas saat tidur.
Saat tidur saluran nafas pendengkur menyempit hingga, walau gerakan nafas masih ada, aliran udara terhenti. Henti nafas ini bisa terjadi lebih dari sepuluh detik. Bahkan tak jarang saya temukan di laboratorium tidur pendengkur yang alami henti nafas hingga lebih dari 1 menit.
Akibat sesak, penderita sleep apnea akan terbangun tanpa terjaga untuk bernafas, lalu segera lanjut tidur lagi. Pendengkur tak menyadari dirinya terbangun-bangun selama tidur. Karena proses tidur yang terpotong-potong itu, di pagi hari pendengkur merasa kurang segar dan terus mengantuk sepanjang hari.
Proses henti nafas berulang sepanjang tidur memicu reaksi berantai yang berlanjut pada peningkatan tekanan darah, kadar gula darah, kekentalan darah dan tentu pada kesehatan jantung sendiri.
The National Heart, Lung and Blood Institutes memperkirakan sleep apnea diderita lebih dari 12 juta orang di AS. Jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat dengan bertambahnya epidemi obesitas di sana. Tetapi hati-hati, untuk ras Asia seperti Indonesia penderita sleep apnea tanpa obesitas pun banyak. Ini dikarenakan struktur rahang yang sempit dan leher yang pendek pada ras Asia. Tak semua pendengkur itu gemuk lho.
Penelitian
Penelitian terdahulu dari Mayo Clinic yang diterbitkan pada the New England Journal of Medicine menyatakan bahwa lebih dari setengah pasien mendengkur yang telah terdiagnosa dengan sleep apnea, meninggal akibat serangan jantung antara pukul 22:00-6:00. Artinya, sleep apnea berperan atas serangan jantung yang terjadi.
Kembali pada penelitian yang terbaru, para ahli mengikuti 10.701 subyek selama kurang lebih 5,3 tahun. Selama itu, sebanyak 142 pasien meninggal dunia akibat serangan jantung mendadak. Kebanyakan dari pasien-pasien tersebut berusia lebih dari 60 tahun dan mengalami henti nafas lebih dari 20 kali perjam saat tidur serta memiliki kadar oksigen terendah kurang dari 78 persen.
Saat saluran nafas tersumbat dalam tidur, pasokan oksigen terhenti hingga kadar oksigen dalam darah menurun. Penelitian ini tunjukkan bahwa penurunan kadar oksigen lebih rendah dari 78 persen akan tingkatkan risiko pasien alami serangan jantung yang mematikan hingga 80 persen.
Jadi sleep apnea bukan saja meningkatkan risiko gangguan kesehatan jantung di malam hari, tapi justru sepanjang hari dan malam.
Tata Laksana
Perawatan sleep apnea dimulai dengan pemeriksaan rutin di laboratorium tidur untuk mendiagnosa derajat dengkuran. Jika indeks henti nafas (AHI) kurang dari 5 kali perjam, pasien dinyatakan hanya mendengkur tanpa sleep apnea. Ini kondisi yang aman. Sementara AHI 5-15 kali perjam adalah kondisi ringan, 16-30 kali perjam adalah sedang dan lebih dari 30 dinyatakan sebagai sleep apnea berat.
Umumnya perawatan sleep apnea adalah dengan menggunakan CPAP, berupa alat yang dihubungkan dengan masker hidung. Alat tersebut akan meniupkan tekanan positif yang digunakan untuk menyangga saluran nafas agar tak menyempit selama tidur. Penggunaan CPAP telah diketahui memperbaiki kondisi jantung, tekanan darah dan kontrol gula darah penderita sleep apnea. Selain CPAP, perawatan sleep apnea juga bisa dilakukan dengan penggunaan dental appliances atau pembedahan.
———————
Perawatan sleep apnea akan meningkatkan kualitas hidup penderitanya, dan juga mencegah terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah.
Ketika ada sahabat atau kerabat yang mendengkur, jangan ditertawakan. Peringatkan! Anda bisa menyelamatkan nyawanya hanya dengan memberi tahu bahwa dengkurannya bisa berbahaya bagi kesehatan.

Risiko di Balik Menyambung Bulu Mata



Mata yang terbuka lebar dengan bulu mata lentik memang membuat penampilan lebih ekspresif. Tak heran jika tren bulu mata palsu atau pun menyambung (extention) bulu mata menjadi tren yang banyak diminati.

Ekstensi bulu mata dianggap lebih praktis karena tak perlu repot mencopot dan memasang bulu mata palsu. Biasanya dilakukan di salon-salon menggunakan helaian bulu mata sintetis atau cerpelai yang dijalin satu per satu ke bulu mata asli.

Proses yang memakan waktu sekitar dua jam ini akan membuat bulu mata yang disambung bisa bertahan selama tiga minggu sebelum bulu mata tumbuh sehingga ekstensi bulu mata harus dilepas atau diganti.

The American Academy of Ophthalmology (AAO) merekomendasikan bahwa bulu mata palsu atau ekstensi bulu mata di salon bisa menimbulkan infeksi kornea dan kelopak mata. Risiko lain adalah dermatitis kontak akibat reaksi alergi dari lem yang dipakai untuk menyambung bulu mata.

"Semakin banyak pasien yang mengalami gangguan mata akibat ekstensi, beberapa di antaranya sampai merusak penglihatan," kata Rebecca Taylor, dokter mata dan juru bicara AAO.

Bahaya lain yang mungkin timbul adalah rontoknya bulu mata asli. Hal tersebut terjadi jika proses penyambungan merusak folikel bulu mata atau sambungannya terlalu berat sehingga bulu mata menjadi pecah-pecah.

"Bulu mata memiliki fungsi yang penting, antara lain melindungi mata dari debu dan mempertajam penglihatan. Jika kerusakan hanya sementara tidak masalah, yang perlu dikhawatirkan jika kerusakannya permanen," kata Taylor.

Untuk menghindari risiko tersebut, ia menyarankan agar Anda memilih salon yang bersih dan berpengalaman melakukan ekstensi bulu mata.

Sebaiknya hindari lem yang mengandung formaldehyde karena bisa memicu reaksi alergi sehingga timbul rasa gatal, terbakar, dan bengkak pada mata.

Jika bulu mata sudah disambung, perhatikan tanda-tanda alergi, seperti rasa nyeri, gatal, atau kemerahan. Jika timbul gejala tersebut hindari menggaruknya karena bisa membuatnya bertambah parah. Segeralah periksa ke dokter mata untuk mendapat pengobatan yang diperlukan.

Untuk melepas sambungan bulu mata, sebaiknya dikerjakan oleh tenaga profesional.

Rabu, 19 Juni 2013

Pink Eye, Penyakit Mata yang Rentan dialami Anak



Mata sangat rentan terhadap gangguan dan penyakit, salah satunya adalah pink eye atau konjungtivis. Pink eye terjadi karena peradangan selaput transparan yang melapisi bagian dalam kelopak mata (konjungtiva). Penyakit ini rentan dialami anak-anak bahkan bayi baru lahir.

Pink eye akibat virus atau bakteri sering terjadi pada anak-anak dan biasanya sangat menular.  "Penyakit ini karena lingkungan yang kotor, yang kumannya kemudian menempel pada orang dewasa atau anak,” kata Ni Retno Setyoningrum, MD, dokter mata dari Jakarta Eye Center Kedoya, Jakarta Barat, Sabtu (15/6).

Semua bentuk konjungtivitis memiliki persamaan tanda dan gejala tertentu. Bagian mata yang berwarna putih berubah merah atau merah muda, dan terasa seperti berpasir ketika dikedipkan. Mata tersebut juga mengeluarkan sekret kekuningan yang mengental pada malam hari menjadi kerak.

Kerak tersebut mengakibatkan kelopak mata jadi melekat sehingga pada pagi hari sukar dibuka dan harus dibasahi dulu dengan air.

Beberapa bakteri yang sering menyebabkan pink eye adalah Staphylococcus atau Pneumococcus. Lamanya infeksi bakteri adalah 24-72 jam. Pada beberapa anak, konjungtivitis juga disebabkan reaksi alergi.

Bayi baru lahir juga rentan terhadap bakteri tertentu yang terdapat pada jalan lahir, dimana konjungtivitis jenis ini harus segera diobati guna mencegah hilangnya penglihatan. Pada beberapa kasus pink eye terjadi pada bayi yang matanya belum terbuka sempurna. Hal ini diakrenakan saluran air mata yang belum sempurna. Akibatnya, bayi terus menerus mengeluarkan air mata walau tidak menangis.

“Pada bayi baru lahir sebaiknya segera dilakukan skrining untuk mencegah pink eye,” kata Retno.

Bayi dengan pink eye sebaiknya segera kembali dua minggu setelah terdeteksi. Hal ini untuk melihat proses penyembuhan dan pengobatan bayi.

Pengobatan penyakit mata ini dibedakan berdasarkan penyebabnya. Pada infeksi karena virus bisa diberikan tetes mata antiinflamasi atau air mata buatan. Sedangkan infeksi karena bakteri bisa diberikan pengobatan tetes mata atau salep mata, sesuai derajat keparahan.

“Yang penting jangan digosok karena menambah reaksi infeksi,” kara Retno.

Menjaga kebersihan menjadi kunci utama mencegah pink eye. Retno menyarankan untuk cuci tangan sebelum dan setelah berkegiatan. Penderita tidak boleh saling meminjam handuk, saputangan, sarung bantal, dan obat tetes mata.

Penggunaan tisu sekali pakai lebih disarankan daripada saputangan untuk mencegah penularan bakteri dan virus. Retno juga menyarankan anak yang terkena pink eye tidak masuk sekolah kurang lebih seminggu, untuk proses pengobatan.

Kombinasi Tomat-Kedelai Efektif Cegah Kanker Prostat



Bagi kaum pria, masalah prostat adalah momok yang kerap menghantui saat menginjak usia lanjut. Tak ada salahnya jika upaya pencegahan penyakit ini sudah dibiasakan sejak usia muda. Salah satu pencegahan yang dapat dipertimbangkan adalah mengonsumsi buah tomat dengan kedelai. Menurut sebuah penelitian, kombinasi tomat dan kedelai ternyata memiliki efek yang lebih baik dalam mencegah masalah prostat. Mengonsumsi keduanya secara bersamaan akan memberi efek yang lebih baik daripada dimakan satu-satu.

Seperti yang dipublikasikan dalam jurnal Cancer Prevention Research, kombinasi dua makanan ini efektif dalam mencegah kanker prostat.

Para peneliti dari University of Illinois di Urbana-Champaign dan Ohio State University melakukan percobaan pada tikus untuk menguji kemampuan kombinasi ini. Mereka sudah merekayasa gen dari tikus agar dapat mengembangkan sebuah bentuk agresif dari kanker prostat.

Mereka memberi makan tikus-tikus dengan bubuk tomat yang mengandung dua persen kedelai, sementara ada kelompok tikus yang diberi makan tomat atau kedelai saja.

Hasilnya, tikus yang berasal dari grup kombinasi tomat dan kedelai 45 persen mengalami kanker prostat. Angka ini dibandingkan dengan tikus dari grup tomat, yaitu sebanyak 61 persen, dan grup kedelai 66 persen.

Para peneliti mengatakan, jika diaplikasikan pada manusia dewasa, hasil ini dapat diterjemahkan dengan konsumsi tiga hingga empat sajian tomat per minggu dan satu hingga dua sajian kedelai setiap hari.

Mereka juga mengatakan, sajian alami yang diperoleh dari buah tomat dan susu kedelai lebih memberikan manfaat daripada suplemen likopen dan kedelai. Alasannya, kandungan secara keseluruhan makanan dapat menambah efek dalam melawan sel kanker.

Cegah Kanker Prostat dengan Tomat



Buah tomat sejatinya menjadi makanan wajib bagi kaum pria. Pasalnya, dalam buah ini terkandung banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, di antaranya adalah mencegah penyakit kanker prostat.

Berbagai literatur ilmiah menyebutkan dalam tomat terkandung zat yang bernama lycopene. Zat alami ini sebenarnya dapat ditemukan bukan hanya pada tomat, melainkan buah atau sayur berwarna merah kekuningan.

Tomat sendiri sudah sejak lama digadang-gadang sebagai buah yang efektif dalam membantu mencegah kanker prostat. Maklum saja, dalam buah bernama asing Lyporsicon esculentum ini terkandung 45.902 mikrogtam lycopene per 100 gram penyajian.

"Zat lycopene akan menjadi antioksidan, yang membantu tubuh melawan kanker," kata pakar onkologi medik, Dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD, KHOM, FACP pada seminar Kanker Prostat Pembunuh Lelaki yang Datang Diam-Diam, Rabu (15/5.2013) di Jakarta.

Aru memaparkan, di dalam tubuh lycopene disimpan dalam lever, paru-paru, usus besar, dan kulit. Bukti manfaat lycopene di antaranya pernah diungkap dalam hasil penelitian yang dimuat Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition. Penelitian ini melibatkan 130 pasien kanker prostat yang diberi makanan yang tinggi kandungan lycopene .

Hasilnya, para responden mengalami penurunan risiko perkembangan sel-sel kanker prostat hingga 82 persen. Lycopene juga ditemukan dalam buah pepaya dan ikan salmon.

Aru menjelaskan, untuk mendapat manfaat maksimal dari buah tomat,  sebelum mengkonsumsi sebaiknya tomat direndam dahulu dalam air mendidih. Pemanasan akan membantu lycopene terlepas dari buah. "Kalau sudah terlepas tentu lebih mudah masuk ke dalam tubuh.

Oleh karena itu, lebih baik memakan tomat yang sudah diolah, seperti dalam sup atau saus pasta," katanya.

Aru juga mengingatkan untuk menghindari makanan berbahan pengawet dan pewarna. Kandungan formalin, rhodamin B, dan methanil yellow menjadi pemicu tumbuhnya sel kanker pada tubuh. "Intinya hindari makanan dan minuman berbahan kimia tidak jelas. Bahan kimia tersebut dikhawatirkan bersifat memicu kanker (karsinogenik)," kata Aru.

Pola hidup sehat menjadi kunci melawan kanker prostat. Aru juga menyarankan untuk tidak merokok dan rajin terkena sinar matahari. Kertas rokok mengandung 200-300 racun yang berbahaya bagi tubuh. Sementara sinar matahari membantu tubuh meningkatkan daya tahan tubuh.

Selasa, 18 Juni 2013

Bahaya Kelebihan Vitamin D



Berbagai penelitian terkini semakin menguatkan bukti-bukti manfaat vitamin D dalam pencegahan penyakit kronis seperti diabetes, gangguan otot, sampai gangguan tulang.  Namun bukan berarti vitamin ini boleh dikonsumsi secara berlebihan.
Sebuah penelitian dari John Hopkins University menunjukkan konsumsi berlebihan vitamin ini tidak akan memberikan manfaat apapun bagi tubuh, bahkan dapat membahayakan.
Studi yang dimuat dalam American Journal of Medicine ini merekomendasikan untuk tidak perlu mengonsumsi suplemen vitamin D. Dalam dosis yang tepat, vitamin ini melindungi pembuluh darah dan jantung. Tapi jika berlebihan bisa meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular.
Menurut Ketua Studi Muhammad Amer, asisten profesor penyakit dalam di Sekolah Kedokteran John Hopkins University, orang yang sehat perlu menghentikan konsumsi suplemen vitamin D karena tidak akan bermanfaat.
"Kelebihan konsumsi vitamin D tidak akan memberikan keuntungan apapun, justru malah akan membuat boros," papar Amer.
Namun, lanjut Amer, ada kelompok orang-orang tertentu yang memang membutuhkan tambahan dosis vitamin D, seperti orang berusia lanjut, wanita yang baru menopause, dan pasien penyakit ginjal.
Hasil tersebut disimpulkan berdasarkan tinjauan dari rekaman medis lebih dari 10.000 pasien di National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES). Survei tersebut diselenggarakan dari tahun 2001 hingga 2004. Kemudian, data dibandingkan dengan data yang didapat dari National Death Index tahun 2006.
Hasil menunjukkan, kadar vitamin D dalam darah yaitu 21 nanogram per 25 mililiter. Kadar tersebut dinilai mencukupi.
Jika kadarnya normal, vitamin D dalam darah akan memberikan manfaat yaitu menurunkan risiko kematian karena penyakit kardiovaskular hingga setengahnya. Kadar yang lebih dari 21 nanogram, efek melindungi ini justru akan berkurang, bahkan menjadi berbahaya.
Sumber utama vitamin D adalah dari sinar matahari serta susu yang sudah difortifikasi. Penelitian sebelumnya menunjukkan, penambahan kadar vitamin D bagi mereka yang kekurangan akan menurunkan risiko kardiovaskular. Sebaliknya dosis yang berlebihan dikaitkan dengan peningkatan risiko.
Amer mengatakan, orang perlu berkonsultasi pada dokter jika mereka akan mengonsumsi suplemen vitamin D.

Normalkan Apoptosis, Jurus Baru Atasi Kanker



Kanker masih menjadi momok menakutkan karena penyakit ini memiliki risiko kematian yang sangat tinggi. Kendati kanker dapat diobati, pengobatan kanker yang dikenal selama ini seperti kemoterapi dan radiologi berpotensi tidak hanya mematikan sel kanker, tetapi juga sel-sel normal. Seakan menjawab permasalahan ini, sebuah studi baru asal Australian Academy of Science mengembangkan metode pengobatan baru kanker berbasis molekuler. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nature ini mengungkap, kunci mengobati sel kanker adalah dengan mengetahui konsep kematian sel.
Ketua studi sekaligus Presiden Australian Academy of Science, Profesor Suzanne Cory, mengatakan, kematian merupakan hal alami yang dialami oleh sel. Jika sel tidak mengalami kematian, dan terus tumbuh, hal itu justru akan mengakibatkan kanker.
"Kematian dan kehidupan sel diatur oleh gen. Mencoba memahami terbentuknya kanker hingga ke tingkat gen dapat meningkatkan efektivitas pengobatan," papar Cory seusai Australia Indonesia Science Seminar Series bertajuk "Harnessing Death for Life", Selasa (11/6/2013) di Jakarta.
Cory menuturkan, kanker terjadi karena adanya gen yang mengakibatkan gangguan pada sifat kematian alami sel (apoptosis). Lantaran terjadi gangguan apoptosis, terjadilah sel-sel yang terus bertumbuh tidak terkendali. Sel-sel inilah yang disebut kanker.
"Maka pengobatan yang sedang dikembangkan menargetkan pada gen yang membuat gangguan apoptosis tersebut," imbuh profesor di bidang biologi medis ini.
Prinsip pengobatan, lanjut Cory, yaitu menyisipkan molekul sintetik ke dalam tubuh yang dapat mengembalikan sifat apoptosis yang dimiliki sel. Lantaran bersifat spesifik pada sel yang mengalami gangguan, maka molekul tidak akan mempengaruhi sel lainnya yang bersifat normal.
Studi yang dimulai sejak tahun 1998 ini menunjukkan hasil yang menjanjikan pada tikus. Bahkan, uji coba selanjutnya yang dilakukan terhadap tiga pasien leukemia menunjukkan hasil yang memuaskan.
"Pengobatan ini sangat menjanjikan karena dapat menjadi obat kelas baru yang efektif untuk banyak tipe kanker," pungkas Cory.

 

Blogger news

http://www.kompas.com/

Blogroll

Music Topic

About