Tertawa terbukti membuat tubuh lebih segar dan sehat. Tim peneliti dari Universitas Leeds, Inggris, bahkan menemukan pada orang yang sedang menderita luka, kebiasaan tertawa bisa mempercepat kesembuhan dibanding menggunakan teknologi canggih.Dalam penelitian yang dilakukan selama lima tahun terhadap 337 pasien, para peneliti membandingkan efek tertawa ditambah perawatan luka biasa, dengan penggunaan ultrasound dosis rendah pada luka di kaki pasien. Ternyata teknologi canggih itu tidak mempercepat proses kesembuhan.
Seluruh pasien yang terlibat adalah penderita borok atau luka di bagian kaki yang lukanya tidak sembuh-sembuh setelah enam bulan atau lebih.
Sebagai prosedur standar, tim peneliti membebat luka untuk merangsang aliran darah dari kaki kembali ke jantung. "Cara terbaik untuk melakukannya adalah membebat dan meminta para pasien melakukan pengaturan makan dan olahraga," kata Profesor Andrea Nelson, ketua penelitian tersebut.
Ketika para peneliti mencoba menambahkan penggunaan gelombang suara (ultrasound) sebagai tambahan pada prosedur standar, ternyata tidak ditemukan perbedaan yang berarti pada kecepatan luka untuk sembuh atau luka kembali lagi.
Justru ketika para pasien diminta untuk lebih sering tertawa, luka lebih cepat sembuh. "Saat tertawa terpingkal-pingkal diafragma akan bergerak sehingga aliran darah ke seluruh tubuh lebih lancar," kata Nelson.
credit by www.kompas.com 22 maret 2011 jam 10.56
Selasa, 22 Maret 2011
Kakao Turunkan Hipertensi?
Kabarnya kakao yang banyak diolah menjadi cokelat batangan mampu menyehatkan jantung dan menguatkan tulang. Selain itu, cokelat juga banyak dipakai sebagai bahan untuk perawatan tubuh guna menghaluskan kulit, memperkuat kuku, dan melembutkan rambut. Tak sedikit pula wanita percaya bahwa makanan ini bisa menjadi solusi praktis untuk menghilangkan stres.Riset membuktikan, tumbuhan kakao mengandung sejenis zat flavanol yang disebut epicathechins, yang berfungsi mendorong dinding arteri untuk relaks. Ini berefek baik bagi fungsi pembuluh darah di tubuh.
Riset tentang ini pernah dilakukan oleh Norman Hollenberg, profesor kedokteran di Harvard University. Ia membandingkan konsumsi produk batangan cokelat-susu dan dark chocolate. Orang yang mengonsumsi pilihan kedua memperlihatkan kadar nitric oxide yang tinggi di darahnya.
"Nitric acid bertanggung jawab membuat pembuluh darah relaks dan terbuka sehingga aliran darah lancar dan tekanannya pun menurun," ujar Riani Susanto, ND, CT, pakar naturopati dan certified reconnective healing practitioner dari Klinik Harmony Zone.
Meski penelitian akan hal ini masih terus dilakukan, para ahli mengatakan, tidak ada salahnya bila penderita hipertensi turut mengonsumsi kakao dalam bentuk bubuk atau dark chocolate, di samping minum obat penurun tekanan darah. Takaran yang dianjurkan adalah 450 mg flavanol, yakni setara dengan dua cangkir susu cokelat kakao hangat per hari.
"Mengonsumsi dark chocolate sebanyak 25 mg sama efektifnya dengan minum 81 mg aspirin," kata Riani.
credit by www.kompas.com 22 maret 2011 jam 10.54
Riset tentang ini pernah dilakukan oleh Norman Hollenberg, profesor kedokteran di Harvard University. Ia membandingkan konsumsi produk batangan cokelat-susu dan dark chocolate. Orang yang mengonsumsi pilihan kedua memperlihatkan kadar nitric oxide yang tinggi di darahnya.
"Nitric acid bertanggung jawab membuat pembuluh darah relaks dan terbuka sehingga aliran darah lancar dan tekanannya pun menurun," ujar Riani Susanto, ND, CT, pakar naturopati dan certified reconnective healing practitioner dari Klinik Harmony Zone.
Meski penelitian akan hal ini masih terus dilakukan, para ahli mengatakan, tidak ada salahnya bila penderita hipertensi turut mengonsumsi kakao dalam bentuk bubuk atau dark chocolate, di samping minum obat penurun tekanan darah. Takaran yang dianjurkan adalah 450 mg flavanol, yakni setara dengan dua cangkir susu cokelat kakao hangat per hari.
"Mengonsumsi dark chocolate sebanyak 25 mg sama efektifnya dengan minum 81 mg aspirin," kata Riani.
credit by www.kompas.com 22 maret 2011 jam 10.54
Langganan:
Postingan (Atom)

