Pages

Jumat, 21 Juni 2013

Virus Hepatitis Cemari 0,98 Persen Kantung Darah di Indonesia

Penyakit kerusakan hati akibat hepatitis bisa menular akibat infeksi virus. Ada berbagai macam jenis virus yang bisa menyebabkan hepatitis, kesemuanya bisa menyebar lewat kontak darah. Sayangnya, virus ini juga mencemari penyimpanan darah di Indonesia.

"Dari penelitian ditemukan sekitar 0,98 persen penyimpanan darah kita tercemar virus hepatitis. Angka ini cukup banyak. Jika kita mentransfusikan 200.000 kantong darah, maka ada sekitar 2.000 yang bisa menularkan," kata Dr.dr. Rino Alvani, SpPD,KGEH, FINASIM, Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia.

Dalam acara temu media bertema 'Waspadai Hepatitis: Kenali, Cegah, Obati' yang diselenggarakan di Hotel Gran Melia, Jl. HR Rasuna Said Kav X-0 kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (20/6/2013), dr Rino menjelaskan bahwa temuan ini diperoleh dari penelitian PMI tahun 2012 lalu.

Untuk mendeteksi adanya virus hepatitis dalam darah, diperlukan tes khusus yang disebut nucleic acid test. Tes ini terhitung mahal dan tampaknya tidak semua cabang PMI atau layanan kesehatan lain bisa melakukannya. Menurut dr Rino, hal tersebut dapat dimaklumi karena sebagai organisasi, PMI harus mencari dana sendiri, tidak didanai oleh pemerintah.

"Kita tidak tahu berapa banyak yang tertular hepatitis dari transfusi, karena penelitiannya tidak ada. Nanti mungkin bisa dilihat pada hasil Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) yang akan keluar tahun ini, kira-kira jumlah kasusnya naik tidak," kata dr Roni.

Di Indonesia, kasus hepatitis yang paling banyak menyerang adalah hepatitis B, yaitu sebanyak 66 persen, disusul dengan hepatitis C sebanyak 26 persen, lalu hepatitis D dengan 7 persen dan paling sedikit adalah hepatitis A dengan 0,8 persen. Sayangnya, yang paling berbahaya adalah hepatitis B dan C.

Berbeda dengan hepatitis A yang tergolong penyakit yang relatif ringan, hepatitis B dan C dapat berlanjut pada kerusakan hati parah hingga memicu kanker hati. Kedua jenis hepatitis ini juga seringkali tidak menimbulkan gejala, kecuali jika hati sudah kelewat rusak parah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Blogger news

http://www.kompas.com/

Blogroll

Music Topic

About