Pages

Senin, 10 Juni 2013

Risiko Bila Bayi Mengonsumsi Gula Terlalu Dini

Obesitas merupakan pangkal penyakit. Kegemukan dapat memicu risiko berbagai penyakit seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan beberapa jenis kanker. Saat ini masalah kegemukan bukan hanya monopoli orang dewasa, melainkan juga anak-anak. Obesitas pada anak bahkan telah menjadi perhatian khusus karena kasusnya terus naik baik di negara-negara maju maupun negara berkembang.

Di Amerika Serikat misalnya, obesitas anak meningkat tiga kali lipat selama 30 tahun terakhir. Data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengatakan, lebih dari 12,5 juta anak Amerika terkena obesitas.  Penyebab utamanya adalah konsumsi gula berlebihan, yang dimulai pada usia awal pertumbuhan.

Para orangtua sebaiknya mewaspadai asupan gula berlebihan sejak usia bayi karena berdampak pada kualitas kesehatan jangka panjang. Konsumsi gula berlebih di usia dini akan menambah jumlah kalori pada menu keseharian anak. Bila tak terkendali akan memicu kegemukan dan obesitas. Tingginya kandungan gula pun dapat mengurangi asupan nutrisi penting lainnya pada menu keseharian. Hal ini dikarenakan rasa manis sangat disukai anak. Akibatnya, anak hanya memilih makanan yang disukai.

Gula juga akan merusak gigi anak yang baru tumbuh. Risiko ini semakin besar jika anak kerap minum gula dari botol. Hal ini sama seperti anak yang mengemut permen tangkai setiap hari.

The American Academy of Pediatric Dentistry merekomendasikan anak tidak minum jus sampai berusia 1 tahun. Jus juga sebaiknya diminum dari gelas, bukan botol. Jumlah yang diminum tidak lebih dari 4-6 ounce (sekitar 120-230 ml)  per hari. Pengaturan pola makan juga akan memengaruhi kesehatan anak di masa depan. Oleh karena itu, penting membatasi konsumsi gula pada anak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Blogger news

http://www.kompas.com/

Blogroll

Music Topic

About